Pertempuran Ambarawa: Sejarah, Latar Belakang dan Tokohnya 

Satrio Bintang Hutomo
Ilustrasi Pertempuran Ambarawa (freepik)

Pasukan sekutu yang berada di Magelang pun mulai ditarik ke Ambarawa dengan lindungan pesawat tempur pada tanggal 21 November. Namun pada tanggal 22 November pasukan sekutu mulai melakukan pengeboman terhadap kampung-kampung yang berada di sekitar Ambarawa. 

Hal itu berhasil memukul mundur pasukan TKR ke kuburan Belanda, Mereka pun terpaksa bertahan di sana dengan membentuk garis medan sepanjang rel kereta api, yang membelah kota Ambarawa.

Pasukan TKR yang berada di Magelang pun melakukan serangan fajar, dengan tujuan untuk memukul mundur sekutu dari desa Pingit dan merebut desa-desa disekitarnya, di bawah pimpinan Imam Androngi. 

Dalam pertempuran Ambarawa, dekutu dikepung oleh 3 Batalyon yang berasal dari Yogyakarta, yaitu batalyon 10 Divisi III di bawah pimpinan Mayor Suharto, batalyon 8 di bawah pimpinan Mayor Sarjono, dan Batalyon Sugeng.

Tidak berniat menyerah, sekutu berusaha mematahkan kepungan dengan mengancam keududkan pasukan Indonesia dengan tank-tanknya. Pasukan pun terpaksa kembali mundur ke Bedono.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia

57 tahun lalu

Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

57 tahun lalu

Tren Baru! Jelajahi Akulturasi Budaya China-Jawa di Semarang dengan Cara Tak Biasa

57 tahun lalu

Sejarah! Autumn Durald Arkapaw Jadi Wanita Pertama Memenangkan Best Cinematography untuk Film Sinners

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal