Keputusan pemerintah yang memilih tidak menerima tawaran bantuan dana sebesar USD30 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF). Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah memiliki keyakinan terhadap kemampuan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan global.
Bagi pelaku pasar, keputusan tersebut mempertegas optimisme pemerintah terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.
Dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia (BI) akan ditempatkan lagi ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp281 triliun. Dana tersebut sebelumnya sempat diambil secara bertahap, dari Rp281 triliun kan awalnya, Rp110 triliun ditarik, ini dikembalikan lagi Rp110 triliun, jadi tetap Rp281 triliun.
Selain itu, pemerintah menyiapkan hingga Rp100 triliun dana siaga jika perlu ditempatkan di perbankan. Penempatan tersebut sebagai likuiditas untuk memperkuat kapasitas perbankan dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.800-Rp17.860 per dolar AS.