Perjanjian Dagang RI-AS Berpotensi Berubah, Tarif Produk Unggulan Diminta Tetap 0 Persen

Binti Mufarida
Rohman Wibowo
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (dok. istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat (AS) tetap memberlakukan tarif impor nol persen untuk sejumlah produk unggulan Tanah Air meski kebijakan tarif di Negeri Paman Sam tengah berubah. Permintaan itu disampaikan menyusul dinamika terbaru setelah Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan kebijakan tarif darurat.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Indonesia telah meminta AS mempertahankan tarif nol persen sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART).

Perkembangan tersebut muncul setelah MA AS membatalkan kebijakan tarif darurat yang diberlakukan sejak tahun lalu. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengganti kebijakan yang dianulir dengan penerapan tarif global sebesar 10 persen.

Airlangga mengatakan, dalam dokumen ART kedua negara memiliki waktu 60 hari untuk melakukan ratifikasi. Artinya, implementasi perjanjian berpotensi mengalami penyesuaian dalam periode tersebut mengikuti dinamika kebijakan di masing-masing negara.

Menimbang situasi tersebut, pemerintah Indonesia membuka opsi penerapan tarif impor sebesar 10 persen secara umum. Namun, Indonesia tetap meminta agar komoditas unggulan seperti kopi, kakao dan produk agrikultur lainnya tetap memperoleh pembebasan tarif sesuai dokumen ART.

"Kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian, dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi (komoditas ekspor) yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap," kata Airlangga, dikutip Minggu (22/2/2026).

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Iran Ancam AS, Negosiasi Damai Akan Buntu jika Lebanon Terus Diserang

Internasional
15 jam lalu

Trump: Kapal-Kapal Perang AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai

Internasional
18 jam lalu

Antara Gencatan Senjata dan Ilusi Perdamaian: Membaca Realitas Kesepakatan AS-Iran

Internasional
19 jam lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal Lintasi Selat Hormuz: Banyak Ranjau!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal