Perjanjian Dagang RI-AS Berpotensi Berubah, Tarif Produk Unggulan Diminta Tetap 0 Persen

Binti Mufarida
Rohman Wibowo
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (dok. istimewa)

Selain sektor agrikultur, pemerintah meminta AS mempertahankan tarif nol persen untuk industri unggulan seperti tekstil dan pakaian jadi sebagaimana tercantum dalam ART.

Airlangga menjelaskan, secara hukum Indonesia masih berpeluang menikmati pembebasan tarif tersebut karena kebijakan itu tertuang dalam perintah presiden (executive order) yang berbeda dari aturan yang dibatalkan MA AS.

Meski demikian, pemerintah masih menunggu kepastian dalam 60 hari ke depan sebelum implementasi final dilakukan. "Nah, jadi ini yang kita tunggu sampai dengan 60 hari ke depan," imbuh dia.

Dia menambahkan, Indonesia dan AS telah membahas berbagai risiko dan skenario yang mungkin timbul sebelum penandatanganan ART pada Kamis pekan ini. Pemerintah, kata dia, siap menghadapi segala perkembangan yang muncul.

"Indonesia siap dengan berbagai skenario. Karena skenario keputusan MA AS ini sudah dibahas dengan USTR sebelum kita tanda tangani," kata dia.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal