Hal itu kemudian berpengaruh pada penerbitan semua buku yang memuat tentang peristiwa tersebut harus menggunakan istilah G30S/PKI.
Gestapu adalah akronim dari Gerakan September Tiga Puluh. Istilah ini muncul setelah Soeharto diminta turun tangan mengatasi kasus tersebut.
Istilah diciptakan oleh Brigjen RH Sugandhi yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Penerangan Staf Angkatan Bersenjata sekaligus pimpinan Angkatan Bersenjata harian.
Istilah Gestapu sempat dipakai lantaran istilah tersebut sekaligus plesetan dari Gestapo. Gestapo adalah singkatan dari Geheime Staatspolizei, yakni polisi rahasia bentukan Nazi Jerman yang berperan dalam pembunuhan massal orang Yahudi di Eropa pada perang dunia II.
Setelah peristiwa berdarah itu meletus, Presiden Soekarno sebenarnya telah menyebutnya dengan istilah Gestok atau Gerakan Satu Oktober. Alasan utama dan sederhananya adalah peristiwa pembunuhan enam jenderal itu dilakukan pada tanggal 1 Oktober dini hari.
Istilah Gestok secara langsung oleh Soekarno pada 9 Oktober 1965 di sidang kabinet pertama setelah G30S. Secara politis, Gestok juga dimaksudkan untuk mengganti istilah Gestapu yang identik dengan Nazi Jerman.
Itulah perbedaan istilah G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok. Penyebutan masing-masing didasarkan perspektif politis orang/kelompok yang menamakannya.