JAKARTA, iNews.id - Meningkatnya eskalasi ancaman keamanan dinilai tergantung dari keberhasilan pranata hukum menyelesaikan kegaduhan politik yang marak terjadi. Secara kekinian TNI Polri harus menjaga tertatanya dengan baik.
Mulai dari integrasi sistem informasi, interoperability sistem informasi hingga composability sistem informasi. Tujuannya, agar informasi perkembangan keadaan yang ada dapat terintegrasi dan diterima dengan tepat, cepat oleh prajurit.
"Utamanya yang berada di lapangan sehingga tak ada kesalahpahaman," ujar pengamat intelijen dan pertahanan keamanan, Susaningtyas NH Kertopati, di Jakarta, Sabtu (18/5/2019).
Dia mengingatkan, harus diwaspadai masuknya kekuatan proxy dan hibrida yang bisa saja hadir memperkeruh keadaan dengan mengadu domba antaranak bangsa melalui informasi hoaks, bahkan post truth. Ini bahaya sekali karena masyarakat cenderung percaya kepada sesuatu yang sesuai selera dan kepentingannya.
Menurutnya, TNI Polri harus bahu membahu hadapi situasi ini, bahkan pelibatan masyarakat suatu keniscayaan. Hal ini sangat penting terlebih bila ada penyusupan teroris dari kelompok radikal.