PEKALONGAN, iNews.id – Pengakuan mengejutkan disampaikan Amat Muzakhin alias Boim (56), korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Dukuh Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Suami anggota DPRD Jateng ini menduga insiden tersebut berkaitan dengan kasus yang tengah dia kawal.
Amat Muzakhin mengaku selama ini tidak pernah menerima ancaman. Namun dia menduga penembakan tersebut berkaitan dengan aktivitasnya mendampingi kasus dugaan penculikan yang saat ini ditangani Polda Jawa Tengah.
"Selama ini tidak ada ancaman. Kami berkawan baik-baik. Saat ini saya lagi fokus mengawal kasus penculikan yang didalangi oleh oknum DPR RI. Keyakinan saya besar (berkaitan dengan penembakan)," ujarnya, Senin (16/2/2026).
Dia bahkan menyebut dalam proses pendampingan kasus tersebut dirinya sempat dituduh melakukan pemerasan agar perkara berhenti.
"Saya dianggap mau memeras, dalam arti supaya peristiwa ini mandek, berhenti, terus saya meminta nominal, dianggapnya begitu," katanya.
Sebelumnya, aksi penembakan OTK terjadi pada Sabtu (14/2/2026) malam sekitar pukul 21.10 WIB. Saat itu, Amat Muzakhin tengah duduk santai bersama dua rekannya di teras rumah.
Seorang pria misterius datang mengendarai motor matik hitam dengan jaket kulit, helm, dan masker. Pelat nomor kendaraan ditutup plastik kresek putih.
"Tiba-tiba ada pengendara motor matic warna hitam pakai jaket kulit, helm dan masker. Dia masuk rumah lalu putar balik dan terjadilah penembakan itu," katanya.
Amat Muzakhin mengaku berhadapan langsung dengan pelaku saat tembakan dilepaskan.
"Hanya satu kali tembakan. Saya berhadap-hadapan secara langsung dengan pelaku. Dia menengok sambil menembak dari jarak 10 meter. Kawan saya mau mengejar tapi saya larang," ucapnya.