Pemerintah Percepat Olah Sampah Jadi Listrik, Target Kurangi 33.000 Ton per Hari di 2029

Binti Mufarida
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari (tengah) (dok. KSP)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengatasi persoalan sampah nasional. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya volume sampah di Indonesia yang telah mencapai sekitar 140.000 ton per hari.

Di sisi lain, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dinilai masih terbatas, begitu juga dengan pengolahan melalui metode reduce-reuse-recycle (3R).

Melalui pemanfaatan teknologi termal seperti insinerasi, PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik.

Pembangunan fasilitas ini akan difokuskan di wilayah perkotaan dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari. Pemerintah menargetkan pada 2029, PSEL dapat mengurangi timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari.

"PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari (pada 2029) atau setara 22,48 persen dari total timbulan sampah nasional," kata Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

3 Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Resmi Berstatus PSN

57 tahun lalu

Pramono Perintahkan Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan: Jangan Tunggu Jadi Pulau Dulu

57 tahun lalu

Pramono Setuju Ciangir Jadi Lokasi Penampungan Kompos, Yakin 9.000 Ton Sampah Tertangani

57 tahun lalu

Cinta Laura CFD Bareng Pramono Anung, Bawa Pesan Mulai Pilah Sampah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal