Dalam proses validasi organisasi tersebut, Kopassus tetap akan menerima sekitar 1.400 prajurit TNI AD tanpa kualifikasi Komando untuk mendukung kebutuhan satuan. Namun, mereka tidak akan mengikuti tradisi penggunaan baret merah.
Adapun, untuk mendapatkan kualifikasi Komando pertama brevet Komando, kedua pisau Komando, ketiga baret merahnya sebagai baret Komando.
Dia menegaskan, tiga unsur tersebut tidak boleh lepas dari satu paket yang sudah dilalui selama latihan penuh selama tujuh bulan atau sekarang empat bulan dengan persiapan tiga bulan.
"Bila kita sibuk melaksanakan pembaretan sedangkan teman-teman yang komando kebetulan dia harus melaksanakan tujuh bulan untuk latihan dan paketan untuk mendapat kualifikasi Komando," kata dia.