Pangkopassus Ubah Tradisi, Prajurit Non-Komando Dilarang Pakai Baret Merah

Sucipto
Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi. (Foto: Istimewa)

"Kita membuat pin khusus buat rekan-rekan yang kebetulan tidak berkualifikasi komando namun bertugas di Kopassus untuk menggunakan pin tersebut secara sah," tuturnya.

Nantinya, pin itu menjadi simbol pengabdian yang tetap diakui di lingkungan Kopassus. Dengan begitu, ikatan emosional antaranggota tetap terjaga meski tidak lagi menggunakan baret merah.

"Sehingga kita yang Kopassus setelah melihat pin tersebut akan tahu bahwa perwira tersebut, anggota tersebut pernah berdinas dan mengabdi di satuan ini dengan pengabdian terbaiknya," katanya.

Djon juga menegaskan, kebijakan ini berdampak langsung pada tradisi pembaretan. Ke depan, tidak ada lagi proses pembaretan bagi prajurit TNI AD yang tidak memiliki kualifikasi Komando.

"Tadi kita lihat, saya menyematkan pin memang ini sedikit berubah dan validasi organisasi ini di mana kita tidak ada lagi pelaksanaan pembaretan untuk menerima rekan-rekan yang kebetulan tidak berkualifikasi komando. Untuk melaksanakan pembaretan menggunakan baret merah," ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Kopassus Tegaskan Kabar Orang Istana Digampar Pangkopassus Hoaks

Nasional
9 hari lalu

Prabowo Ucapkan Dirgahayu ke-74 Kopassus, Bagikan Foto saat Masih Jadi Prajurit

Nasional
2 bulan lalu

Momen Prabowo Bertemu Eks Ajudan hingga Pengawal Era Kostrad-Kopassus di Hambalang

Nasional
2 bulan lalu

Profil Prihati Pujowaskito, Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal