Industri baja nasional, kata Akbar, kini digempur dengan ekspansi pabrik baja asing masuk ke dalam negeri. Di satu sisi baja impor merambah pasar, di sisi lain pabrik asing dengan keandalan teknologi punya kapasitas produksi yang lebih besar.
Ekspansi itu bukan tanpa alasan, dilantik oleh sederet proyek infrastruktur pemerintah. Mulai dari program MBG (Makan Bergizi Gratis), Koperasi Desa Merah Putih, Proyek Sekolah Rakyat, program 3 juta rumah, dan masih banyak proyek prioritas lainnya.
"China bukan lagi hanya mengimpor barangnya tetapi melakukan relokasi pabrik China di Indonesia yang sudah berlangsung 10-12 tahun sebelumnya dengan menggunakan teknologi induction furnace," kata Akbar.