Oditur Militer Sebut Pernyataan Kolonel Priyanto Bertolak Belakang dengan Kondisi Kejiwaannya

Riezky Maulana
Kolonel Priyanto mengaku panik saat membuang jenazah Handi-Salsabila. Namun Oditur Militer menyebut pernyataan itu bertolak belakang dengan kondisi kejiwaan yang bersangkutan. (Foto: MPI/Muhammad Farhan)

Dia menjelaskan, terdakwa juga bisa mengambil keputusan untuk membuang kedua jasad tersebut di Sungai Serayu, Jawa Tengah. 

"Dibuktikan dengan beberapa tindakan terdakwa, seperti mampu menggantikan saksi dua sebagai pengemudi kendaraan. Lalu, bisa menentukan lokasi pembuangan korban, di sebuah sungai di daerah Jawa Tengah," ucapnya. 

Lebih jauh, Kolonel Priyanto juga sempat mengajak dua anak buahnya (Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi) agar merahasiakan insiden yang dialaminya. 

Fakta lain terungkap Kolonel Priyanto sempat memerintahkan anak buahnya supaya mengganti warna dasar dari Mobil Isuzu Panther yang menabrak Handi-Salsabila. Lalu, kata Wirdel, hingga waktu yang cukup lama, terdakwa tak melaporkan kejadian tersebut kepada atasan atau pihak berwenang. 

"Tindakan di atas sama sekali tidak menggambarkan situasi panik seperti yang digambarkan dalam nota pembelaan tim penasehat hukum terdakwa," ujarnya. 

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Breaking News: 4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Penjara 

57 tahun lalu

4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

57 tahun lalu

Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Oditur Minta Hakim Tolak Pleidoi 3 Prajurit TNI

57 tahun lalu

Dokter RSCM Ungkap Alasan Andrie Yunus Belum Bisa Hadir di Sidang 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal