MUI soal Potensi Beda Awal Ramadan: Tak Perlu Dibawa kepada Perpecahan

Jonathan Simanjuntak
Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis. (Foto: Dok. MUI)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis mengatakan, awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi berbeda antara umat muslim di Indonesia. Cholil meminta agar perbedaaan ini tak perlu dibawa kepada perpecahan.

"Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikr, masalah perbedaan pemikiran. Dan tidak perlu dibawa-bawa pada perpecahan, tapi jadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak," ucap Cholil dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Cholil menerangkan, beberapa umat muslim telah menetapkan awal Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara beberapa umat muslim menilai hilal belum bisa mencapai kriteria pada tanggal tersebut.

Cholil menerangkan, kemungkinan posisi derajat hilal masih berada di bawah 3 derajat. Sementara, ketentuan Mabims, yakni ulama-ulama yang tergabung dalam forum ulama Asia Tenggara yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darusalam menyepakati bahwa hilal bisa dilihat kalau sudah berada di atas 3 derajat. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
5 jam lalu

BGN Larang Makanan Ultra-Proses dan Pedas dalam Menu MBG selama Ramadan

Nasional
13 jam lalu

Wagub Banten Apresiasi ‘Cahaya Hati’, Perkuat Spiritualitas Jelang Ramadan

Nasional
24 jam lalu

Megawati Umrah jelang Ramadan, Berdoa agar Pihak yang Iri dan Dengki Diberi Pencerahan

Photo
1 hari lalu

Ratusan Anak Ramaikan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal