Ketika berlatih bersama, dia mengaku sangat gugup karena medan tempur berbeda dengan US Army.
"Saya sedikit gugup karena kami berlatih sangat berbeda dengan mereka. Mengkoordinasikan semua itu sama-sama dan berkomunikasi dengan komandan kompi," ujar dia.
Sementara itu, Risky yang merupakan lulusan akademi militer 2017 mengatakan dirinya satu-satunya perempuan di unitnya. "Saya menyukai tetapi menurut saya ini lebih menantang," katanya.
Dia mengatakan selama latihan Garuda Shield harus memimpin pasukan. "Saya harus memimpin dan di situ bukan ajang yang kecil tapi besar bahwa sejarah TNI AD mengadakan Garuda Shield besar dan saya ingin tantangan luar biasa," ucap dia.
Menurut dia, para Kowad harus bisa memimpin pasukan dan jangan mau kalah dengan laki-laki. "Prinsipnya kalau kita kuat mau berusaha saya yakin seorang wanita Kowad memimpin dan berkarya di TNI AD," katanya.