Meski belum memastikan akan menghapus lagu tersebut, Om Zein kembali menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan sejumlah kata dalam lirik yang dianggap menimbulkan kontroversi.
Dia menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk menyinggung ataupun mendiskreditkan perempuan. Menurutnya, lagu tersebut merupakan refleksi perjalanan hidup pribadinya yang ditulis dalam bentuk puisi pada 2020, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
Sebelumnya, JBH melayangkan somasi terbuka kepada Om Zein setelah menilai lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat mengandung narasi misoginis dan merendahkan martabat perempuan.
Ketua JBH, Riyan Bintana, mengatakan pihaknya telah melakukan transkripsi, telaah yuridis, dan analisis semiotika hukum terhadap lirik lagu tersebut.
Menurutnya, sejumlah penggalan lirik dinilai menghina tubuh, kesehatan reproduksi, dan moralitas perempuan, bahkan menggunakan analogi anak perempuan usia SMP.