Menristek Sebut Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis pada Hewan

Binti Mufarida
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro. (Foto: dok BNPB)

“Mungkin sebelumnya karena pengembangan vaksin banyak didominasi oleh Eijkman dan Biofarma, maka yang populer dan protein rekombinan ya. Dan kemudian ada yang juga yang inactivated virus. Meskipun yang rekombinan itu lebih dominan,” kata Bambang.

Namun, kata Bambang, pihaknya memberikan kebebasan untuk mengembangkan platform yang berbeda-beda. “Tetapi kita juga harus mengetahui perkembangan terakhir, karena itu kami memberikan kebebasan kepada tim yang dari 6 itu, untuk mengembangkan platform yang berbeda.  Bahkan yang LIPI pun yang meskipun menggunakan protein rekombinan, itu beda dengan Eijkman yang juga protein rekombinan. Jadi dalam satu platform pun ada pendekatan yang berbeda," katanya.

Pasalnya, tegas Bambang, pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri tidak boleh ketinggalan dengan vaksin yang dikembangkan di luar negeri. “Kita juga harus tidak boleh ketinggalan, kita harus memahami juga yang DNA, MrNa ya. Meskipun barangkali advance atau barangkali nanti fasilitas pendinginnya itu juga membutuhkan fasilitas yang berbeda, tapi Indonesia tidak boleh nggak tahu ya. Dan karena itu mendorong selama mereka yakin mereka bisa mengerjakannya dan time tabelnya bisa diterima," katanya. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

57 tahun lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal