JAKARTA, iNews.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap kekuatan pasar karbon Indonesia dalam pertemuan The Coalition Senior Representatives Meeting di ajang London Climate Action Week 2026. Di hadapan para pemimpin dan delegasi Internasional, Raja Juli menyatakan Indonesia resmi memasuki fase baru implementasi pasar karbon yang kredibel, transparan, dan berdampak besar melalui penguatan tata kelola sektor kehutanan.
"Indonesia tidak lagi sekadar merancang kebijakan, melainkan telah melangkah jauh ke tahap implementasi praktis yang nyata di lapangan," kata Raja Juli, Kamis (25/6/2026).
Dia mengatakan kepemimpinan Indonesia di sektor kehutanan ini dibuktikan melalui penerbitan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 dan Nomor 7 Tahun 2026, sebagai aturan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.
"Regulasi tersebut menjadi fondasi hukum yang kuat untuk menjamin tata kelola, integritas lingkungan, serta kepastian regulasi bagi para investor berkelanjutan," ujarnya.
Sebagai bukti nyata dari kesiapan infrastruktur tersebut, kata dia, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dijadwalkan menggelar upacara penyerahan persetujuan menteri sekaligus penerbitan kredit karbon sektor kehutanan dengan volume masif, mencapai lebih dari 30 juta ton CO₂e pada 6 Juli 2026.