Tito mengatakan pemerintah kini tengah mengoordinasikan langkah-langkah untuk mengendalikan kenaikan harga komoditas tersebut.
Ia berharap penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin pada Juli dapat membantu meredam tekanan inflasi. Namun, untuk komoditas pangan seperti bawang putih dan minyak goreng, diperlukan koordinasi yang lebih intensif dengan Kementerian Perdagangan.
"BBM jenis bensin di Juli diturunkan harganya. Mudah-mudahan akan berpengaruh juga untuk menurunkan inflasi. Tapi sektor yang lain seperti bawang putih, minyak goreng, yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan, perlu dikoordinasikan lebih intens," jelas Tito.
Sementara untuk komoditas beras, Tito menyebut pemerintah bersama Kementerian Pertanian, Bulog, dan Badan Pangan Nasional telah menyiapkan langkah penanganan di sejumlah daerah yang mengalami kenaikan harga.
Ia juga telah menginstruksikan pemerintah daerah, khususnya wilayah dengan inflasi tinggi seperti kawasan Indonesia Timur dan Aceh, untuk memperkuat pasokan serta memperbaiki distribusi barang.
"Kalau target saya daerah-daerah yang tinggi, di daerah timur umumnya tinggi, di Aceh juga tinggi, langkah-langkahnya menambah suplai. Juga ada masalah ombak untuk distribusi di beberapa daerah tertentu, sehingga perlu menggunakan kapal yang lebih besar," pungkas Tito.