Menakar Peluang Indonesia Menuju Swasembada Pangan

Aditya Pratama
Ketahanan pangan menjadi elemen penting bagi Indonesia. Namun, terdapat tantangan besar dalam memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi. (Foto: SINDO)

Dia menguraikan, sekitar 12 juta ton gandum selama ini diimpor atau 100 persen untuk pemenuhan di dalam negeri. Pasalnya, Indonesia kesulitan untuk dapat menanam komoditas tersebut terkait dengan bentang alam.

"Contoh sederhana saja, dari 34 juta ton itu ada 12 juta ton gandum. Bagaimana kita bisa memproduksi itu? Karena gandum memerlukan ketinggian tertentu kalau ditanam di Indonesia dan produksinya berapa?" katanya.

Kemudian, komoditas bawang putih yang sampai saat ini masih 100 persen impor. Selain itu, kedelai di RI mayoritas masih melalui impor atau mencapai 97 persen.

"Total impor kedelai, ketergantungan kita terhadap kedelai impor baik untuk konsumsi (biji) maupun bungkil untuk industri makanan dan minuman, itu 97 persen, kebutuhan kedelai kita harus impor," ucapnya.

Begitu juga untuk komoditas susu, di mana Indonesia masih mengimpor 82 persen untuk kebutuhan dalam negeri, lalu gula sekitar 70 persen impor, serta daging sapi 50 persennya dari pengadaan luar negeri.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPS Catat Inflasi November 0,17 Persen, Harga Pangan Stabil Jelang Akhir Tahun

57 tahun lalu

Amran Jamin Banjir Bandang di Aceh-Sumut Tak Ganggu Produktivitas Pangan Nasional

57 tahun lalu

Hari Ikan Nasional 2025, Momen Perkuat Sektor Ketahanan Pangan

57 tahun lalu

Mentan Amran Lapor ke Prabowo, Stok Pangan Aman hingga 10 Bulan ke Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal