Menakar Peluang Indonesia Menuju Swasembada Pangan

Aditya Pratama
Ketahanan pangan menjadi elemen penting bagi Indonesia. Namun, terdapat tantangan besar dalam memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi. (Foto: SINDO)

"Lalu bagaimana itu semua kita penuhi sehingga kita mencapai swasembada," tuturnya.

Dwi pun menyarankan kepada pemerintah untuk menggunakan istilah swasembada komoditas untuk mencapai target produksi berbagai bahan pangan di dalam negeri. Dia mencontohkan swasembada beras, yang akan dicapai Indonesia pada tahun ini.

"Misalnya tahun ini kita swasembada beras karena produksi beras kita melebihi dari yang kita konsumsi. Apakah baru tahun ini? Enggak sama sekali karena justru pada masa Menteri Syahrul Yasin Limpo kita swasembada beras 4 tahun berturut turut, 2019, 2020, 2021, 2022," katanya.

"Kenapa kita sekarang swasembada? Karena iklim yang sangat menguntungkan. Jadi, tahun 2025 adalah iklim kemarau basah, La Nina. Hujan terus menerus sehingga luas panen bisa dipicu," ujarnya.

Peluang Swasembada Komoditas Jagung

Tidak hanya beras, Dwi juga menyampaikan terdapat sejumlah komoditas yang berpeluang mencapai swasembada, yakni jagung. Menurutnya, komoditas tersebut akan memberikan pengaruh terhadap sejumlah komoditas lainnya untuk dipenuhi di dalam negeri.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPS Catat Inflasi November 0,17 Persen, Harga Pangan Stabil Jelang Akhir Tahun

57 tahun lalu

Amran Jamin Banjir Bandang di Aceh-Sumut Tak Ganggu Produktivitas Pangan Nasional

57 tahun lalu

Hari Ikan Nasional 2025, Momen Perkuat Sektor Ketahanan Pangan

57 tahun lalu

Mentan Amran Lapor ke Prabowo, Stok Pangan Aman hingga 10 Bulan ke Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal