Dia pun mengutip syair 118 dalam Dhammapada yang menyebut kebajikan harus terus diulang karena akan membawa kebahagiaan. Pesan itu menegaskan bahwa memberi bukan hanya memindahkan sesuatu dari tangan ke tangan, tetapi juga menghadirkan kehangatan antarsesama.
Nasaruddin mengatakan masyarakat saat ini hidup dalam ritme yang cepat dan sibuk mengejar banyak hal, tetapi sering kehilangan kejernihan batin. Untuk itu, dia menilai Pindapata menjadi pengingat bahwa hidup bukan hanya tentang memiliki, melainkan juga berbagi.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menyinggung pentingnya menghadirkan agama yang membawa kesejukan dan kasih sayang dalam kehidupan sosial. Dia berkata, Kemenag tengah mengembangkan kurikulum berbasis cinta yang tidak hanya menekankan hubungan antarmanusia, tetapi juga cinta terhadap Tuhan dan alam semesta melalui pendekatan eko-teologi.
“Apakah kehadiran agama membuat manusia semakin teduh atau semakin benci? Nah, itulah yang kita kembangkan di Kementerian Agama, perlunya kurikulum berbasis cinta,” ujarnya.
Program tersebut, kata dia, selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita untuk menghadirkan kesejukan dalam kehidupan berbangsa.