Masyarakat Mulai Tinggalkan Pinjaman Konvensional, Beralih ke Pindar

Rohman Wibowo
Ilustrasi masyarakat beralih dari pinjaman konvensional ke pinjaman daring. (Foto: Freepik)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa segmentasi debitur menyasar pelaku ekonomi mikro. Bahkan, kenaikan pengguna pindar di level masyarakat disinyalir juga menyasar pelaku UMKM dan melibatkan lender non-perbankan. 

"Salah satu faktornya tadi ada credit gap. Jadi permintaannya (pindar) tetap tinggi dan sisi lain perbankan itu tidak bisa catch up karena berbagai faktor termasuk administrasi," ujar Huda.

Sementara itu, ia turut menyoroti dampak kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Sadewa soal dana Rp200 triliun bagi perbankan. Sebab, terdapat credit gap antara penyaluran pinjaman perbankan dan pindar. 

"Jadi ini cukup menarik kalau melihat data bahwa kredit kita minus sampai 0,65 persen, pertumbuhannya minus, tapi satu sisi permintaan untuk kredit UMKM yang non-KUR meningkat. Ini jadi ada anomali apakah UMKM ini memang rendah (kredit) atau switching (ke pindar)," kata Huda

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Bisnis
24 jam lalu

Kisah Thio Bangun Craftote, Olah Eceng Gondok Jadi Produk Ekspor lewat Dukungan BRI

Nasional
15 hari lalu

Tak Hanya Label, Kemenag Sebut Produk Halal Jadi Kunci Indonesia Kuasai Ekonomi Global

Nasional
24 hari lalu

SLIK di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR Subsidi, OJK: Penilaian Tetap di Bank

Nasional
25 hari lalu

Aturan Baru OJK, SLIK Hanya Tampilkan Pinjaman di Atas Rp1 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal