"Mereka harus siap bekerja sama dengan pihak berwajib untuk memastikan kasus tersebut ditangani dengan serius," ucapnya.
Selain itu, Iqbal menyebut pemangkut kebijakan perlu memastikan adanya pendidikan etika yang lebih ketat.
"Pemangku kebijakan harus memastikan bahwa pendidikan dan pelatihan bagi tenaga medis, terutama dokter, menekankan pada pentingnya batasan etik yang jelas dalam berinteraksi dengan pasien. Ini harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan medis dan juga program pelatihan berkelanjutan," katanya.
Di samping itu, dia menilai, lembaga medis perlu meningkatkan perlindungan terhadap pasien. Rumah sakit atau klinik harus memperkenalkan kebijakan yang lebih transparan dan jelas dalam mengelola interaksi antara tenaga medis dan pasien.
"Misalnya, adanya pengawasan lebih dalam dalam prosedur medis yang melibatkan pasien yang rawan, serta memastikan adanya pendampingan atau pemeriksaan ganda jika diperlukan," ujar Iqbal.