Selain itu dia juga menuturkan, informasi yang beredar di publik dalam kondisi pandemi saat ini semakin mengkhawatirkan. Informasi palsu atau hoaks, kata dia bertebaran di media sosial.
Dia mengungkapkan, data terbaru dari 23 Januari 2021 hingga 3 Agustus 2021, jumlah hoaks tentang Covid mencapai 1.827 hoaks. Khusus untuk vaksin saja, ada 278 hoaks.
Menurutnya, sebagian besar sudah dilakukan take down, tapi hoaks terus tumbuh, muncul setiap hari dan semakin banyak dan banyak masyarakat yang menjadi korban.
“Nah, pada titik ini, peran teman-teman media sangat dibutuhkan, untuk mengimbangi dengan berita-berita yang kredibel dan mencerahkan publik. Jangan sampai justru tergoda untuk ikut membuat angle atau judul berita yang sensasional menyerupai hoaks di media sosial,” ucapnya.
Mantan anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi yang juga hadir dalam pertemuan ini menyampaikan, esensi dari kemerdekaan pers, yaitu pers mengatur diri sendiri.