Kemudian, Fitri menjelaskan alasan Airlangga Hartarto menjadi king maker Pilpres 2024. Airlangga merupakan inisiator Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"KIB merupakan koalisi yang terdiri dari Partai Golkar dengan jumlah kursi 85 kursi (14,78 persen), PAN dengan jumlah kursi 44 kursi (7,65 persen), dan PPP dengan jumlah kursi 19 kursi (3,3 persen). KIB sudah mengantongi tiket, jumlah kursi koalisi ini sebanyak 148 kursi (25,73 persen)," tutur Fitri.
King maker selanjutnya, kata Fitri, Prabowo Subianto. Prabowo dipilih king maker lantaran menjadi pengendali Partai Gerindra, partai terbesar ketiga di parlemen.
Di sisi lain, Prabowo juga memiliki elektabilitas yang relatif tinggi. Dari hasil survei, ektabilitas Prabowo di posisi kedua di bawah Ganjar Pranowo.
"Elektabilitas Prabowo saat ini mencapai 23,9 persen, berada di urutan kedua. Selisih 1,9 persen dengan urutan pertama yaitu Ganjar Pranowo yang angka elektabilitasnya mencapai 25,8 persen," tutur Fitri.