3. Uceng Sebut Tak Punya Akses TV Nasional
Uceng kemudian membalas pernyataan tersebut. Dia mengaku tidak memiliki kewenangan atau akses untuk menghadirkan debat di televisi nasional.
“Sy gak punya kekuasaan pak. Semoga ada tv nasional yg bs fasilitasi. Kalau bapak yg colek mereka mungkin lebih berarti. Trima kasih youtubenya. Sy hanya pernah tiga tahun peneliti di Pusat Studi HAM UiI Jogja dan kuliah S2 Hukum HAM di Amerika. Sy pasti senang belajar,” kata Uceng.
4. Netizen Ikut Panaskan Suasana
Perdebatan keduanya memicu reaksi warganet. Bahkan, sejumlah netizen membuat flyer ajakan debat Pigai vs Uceng.
“Seru ini, dua orang dengan latar belakang historis yang berbeda akan saling beradu pengetahuan dan pengalaman tentang HAM via debat disaksikan oleh publik. Semoga moderatornya selain cerdas dan paham HAM juga menguasai kemampuan moderasi dari 2 orang hebat ini. Jadi kapan ini?“ kata netizen @PilipiUser.
5. Kendala Komunikasi, Uceng Titip Pesan
Di tengah ramainya respons publik, Uceng mengaku belum memiliki kontak pribadi Pigai untuk membahas lebih lanjut rencana debat tersebut.
“Teman2, maap sy gak nge-X seharian. Kalo dah ada kabar&tempat, sy dicolek ya, bisa via wa jg boleh atau via instagram. Tuk pak @NataliusPigai2 gak punya nomer saya dan sy jg gak punya no bpk, bs titip pesan ke Prof Eddy Hiariej saja yang depan ruangan sy di FH UGM,” pungkas Uceng.
Perdebatan Pigai dan Uceng di X pun kini menjadi sorotan publik. Tantangan debat live di TV nasional diyakini bakal menjadi panggung adu gagasan terbuka soal isu HAM di Indonesia.