Dalam penuturannya, Baebi mengaku telah mengamankan berbagai bukti terkait dugaan kekerasan yang dialaminya. Hingga kini, identitas pelaku belum diungkap ke publik. Namun, dia menegaskan semua bukti telah disimpan secara rapi sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap dirinya.
Kekhawatiran publik semakin meningkat setelah Baebi menitipkan pesan bernada darurat. Dia menyebutkan, apabila akun media sosialnya tiba-tiba hilang atau dirinya mengalami celaka hingga meninggal dunia, maka publik diminta mencurigai pihak tertentu yang menurutnya bertanggung jawab.
Baebi juga mengungkap tekanan psikologis yang dialaminya selama ini. Dia mengaku hidup dalam rasa takut, merasa selalu diawasi, serta tidak pernah merasa aman berada di mana pun. Ancaman terhadap keselamatannya disebut terjadi hampir setiap hari.
Lebih jauh, Baebi membeberkan bahwa dirinya telah beberapa kali mencoba berbicara dan mencari keadilan, namun justru menerima ancaman pembunuhan. Dia juga mengklaim mengalami berbagai bentuk intimidasi, mulai dari sabotase kendaraan, pemadaman listrik rumah, hingga dugaan penguntitan.
Tak hanya itu, Baebi menyebut ancaman tersebut turut menyasar orang-orang terdekatnya. Dia mengaku pelaku diduga menggunakan orang bayaran untuk mencelakai lingkungan sekitarnya, bahkan menyebut upaya pelaporan yang dilakukan kerap berujung pada kebungkaman.