KPK Ungkap 4 Sumber Gratifikasi Bowo Sidik, Salah Satunya dari BUMN

Ilma De Sabrini
Politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso. (Foto: ANTARA)

Dalam perkara suap tersebut, Bowo diduga menerima uang haram sebesar Rp8,45 miliar yang hendak digunakan untuk serangan fajar Pemilu 2019. Uang itu salah satunya diduga bersumber dari suap PT Humpus Transportasi Kimia sejumlah Rp1,5 miliar. Sementara, sebesar Rp6,5 miliar bersumber dari gratifikasi yang diterima Bowo dari sejumlah pihak.

Beredar pula kabar bahwa Bowo menyatakan uang sejumlah Rp2 miliar yang diterimanya bersumber dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Uang Rp2 miliar itu diduga bagian dari total Rp8,45 miliar yang dimasukkan ke dalam 400.000 amplop bercap jempol untuk serangan fajar pemilu.

Kabar yang beredar itu menyebutkan, uang Rp2 miliar tersebut diduga diberikan Enggar kepada Bowo untuk memuluskan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas yang mulai berlaku pada 2017. Untuk mengungkap hal tersebut, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah saksi dari unsur anggota Komisi VI DPR.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
13 jam lalu

KY Kecam Hakim Masih Terjerat Korupsi meski Kesejahteraan sudah Diberikan

Nasional
13 jam lalu

KPK Ungkap Tren Emas Mulai Jadi Alat Suap: Barang Kecil, Nilainya Besar

Nasional
20 jam lalu

Bos PT Blueray John Field Menyerah usai Kabur dari OTT KPK, Langsung Ditahan

Nasional
20 jam lalu

KPK Periksa Eks Menteri BUMN Rini Soemarno terkait Kasus Jual Beli Gas, Ini yang Didalami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal