Ia juga menyoroti maraknya daycare tidak berizin yang menawarkan tarif murah dengan mengorbankan kualitas layanan. Kondisi ini membuat anak-anak rentan mengalami kekerasan akibat fasilitas yang tidak layak dan minimnya pengawasan.
Selain itu, ia mengungkapkan rendahnya kualitas dan kesejahteraan tenaga pengasuh turut menjadi pemicu kekerasan. Beban kerja tinggi tanpa pelatihan memadai membuat pengasuh rentan stres dan melampiaskan emosi kepada anak.
“Kita butuh langkah besar. Negara tidak boleh absen ketika anak kehilangan hak pengasuhan yang layak,” ungkapnya.
Untuk itu, KPAI mendorong pemerintah daerah melakukan audit dan penertiban terhadap seluruh daycare di Indonesia. Serta, mengimbau orang tua agar lebih selektif dalam memilih daycare dan peka terhadap perubahan perilaku anak.