Koordinator BEM Nusantara Sebut Isu Ijazah Palsu Jokowi Berpotensi Timbulkan Kegaduhan di Masyarakat

Binti Mufarida
Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Muhammad Sardani dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (11/11/2025). (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA, iNews.id - Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Muhammad Sardani menilai isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dihembuskan Pakar Telematika Roy Suryo Cs dapat menimbulkan kegaduhan dan mengganggu stabilitas.

Mulanya, Sardani menegaskan bahwa kehadiran BEM Nusantara tidak mewakili pihak mana pun, baik mendukung Jokowi maupun menentang Roy Suryo. 

Dia menekankan bahwa sikap mereka didasari oleh kepedulian terhadap keterbukaan informasi publik dan tanggung jawab sosial.

“Yang pertama perlu saya sampaikan, kehadiran kami di sini tidak didorong dan tidak terafiliasi kemanapun. Hari ini juga kami tidak berbicara tentang mendukung Pak Jokowi dan menentang bang Roy Suryo dan kawan-kawan,” ucap Sardani dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Roy Cs Ditetapkan Sebagai Tersangka, Gaduh Ijazah Jokowi Selesai' disiarkan di iNews, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, isu dugaan ijazah palsu yang diangkat oleh Roy Suryo cs telah memicu perdebatan luas dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 hari lalu

Roy Suryo Respons Laporan Ketum Gibranisti terkait Ijazah UNJ, Pamer IPK 3,86

3 hari lalu

Kubu Roy Suryo Yakin Praperadilan Dikabulkan, Klaim Polda Metro Gagal Buktikan Unsur Pasal ITE

3 hari lalu

Ketum Gibranisti Laporkan Roy Suryo ke Polres Jaksel, Kasus Apa?

3 hari lalu

Roy Suryo Hadiri Sidang Dokter Tifa: Kami Tetap Bersama, Tak Ada Perpecahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal