Komisi VII DPR RI Desak Evaluasi Total Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat

Komaruddin Bagja
Komisi VII DPR RI Desak Evaluasi Total Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat. Lokasi tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. (Foto: Dok. Greenpeace)

Lebih lanjut, Evita menekankan perlunya kajian menyeluruh tentang dampak pertambangan terhadap masa depan pariwisata di kawasan tersebut. Pembangunan, menurutnya, harus berpihak pada keberlanjutan, bukan sekadar eksploitasi jangka pendek.

"Bagaimana pun kita butuh pembangunan yang berkelanjutan, pariwisata yang bisa dinikmati oleh anak cucu kita ke depan, bukan yang merusak atau dihabiskan segera dengan tambang. Raja Ampat ini adalah masa depan masyarakat Papua Barat Daya dan masa depan kita bersama,” ungkapnya.

Ia juga membuka ruang bagi aktivis lingkungan maupun pemerhati pariwisata untuk turut memberikan masukan serta pandangan konstruktif. Menurut Evita, aspirasi masyarakat dan hasil penelitian ilmiah akan menjadi landasan penting dalam merumuskan arah kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Raja Ampat.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi usai Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Kenapa?

57 tahun lalu

Petani Sawit Soroti Aturan Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam, Ingatkan Transparansi

57 tahun lalu

Kemendag Terbitkan 3 Aturan Pelaksanaan Ekspor Komoditas SDA Lewat DSI

57 tahun lalu

Pengusaha Dukung Penguatan Tata Kelola Ekspor SDA, Minta Kepastian Hukum dan Implementasi Bertahap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal