Keluarga menduga korban kerap mengalami kekerasan selama berada bersama pelaku. Bentuk penganiayaan yang disebutkan antara lain pemukulan menggunakan helm, penyayatan dengan benda tajam hingga luka akibat sundutan rokok. Dampak dari kekerasan tersebut membuat kedua mata korban tidak dapat diselamatkan dan menyebabkan kebutaan permanen.
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat. Saat ini, aparat kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut sekaligus memburu terduga pelaku berinisial TH.
Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur penyekapan serta pola kekerasan yang berlangsung dalam jangka panjang, sejak 2023 hingga korban akhirnya ditemukan pada 2026.