Menurut keterangan keluarga, peristiwa tersebut bermula ketika korban menjalin hubungan dengan pria berinisial TH (30) yang dikenalnya saat menghadiri konser di Bandung. Setelah menjalin hubungan, korban tidak lagi bisa dihubungi keluarganya.
“Kenal pelaku di acara konser lalu menjalani hubungan kurang lebih dari 2023,” kata Syahrul.
Selama tiga tahun terakhir, keluarga telah berupaya mencari korban, termasuk menyebarkan informasi melalui media sosial. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Ketika menjalani perawatan di RSHS Bandung, kondisi korban sangat memprihatinkan. Luka ditemukan di sejumlah bagian tubuh, mulai dari wajah, kepala hingga kaki. Selain itu, infeksi yang dialami korban turut memperparah kondisinya.
“Waktu di rumah sakit kondisi wajah kakak saya sudah hancur. Mata sebelah kanan sudah infeksi, sebelah kiri mengecil, sudah nggak bisa lihat. Di bagian atas bibir sudah nggak ada. Kaki sebelah kiri bekas dibacok,” ucap Syahrul.