"Jadi bukan karena aku punya background keluarga yang kuliah di bidang hukum atau apa pun atau karena ngejar jadi pengacara dari awal. Semua nggak disengaja. Tapi aku pertimbangkan lebih jauh bahwa, dengan kuliah hukum, aku bisa berperan konkret dalam membereskan isu-isu ketidakadilan struktural," ucapnya.
Ira pun menempuh pendidikan di FH UI selama 4,5 tahun. Di sana, prestasinya semakin cemerlang dengan mengikuti berbagai perlombaan debat hingga dipercaya menjadi ketua debat hukum di organisasi debat FH UI.
Perempuan yang saat ini bekerja sebagai Legal dan Policy Manager dahulu terus mengumpulkan uang dengan bekerja sebagai guru les private dan pelatih debat. Ia dipercaya untuk mengajar debat pada anak-anak. Berkat hal itu, Ira pun bisa menyekolahkan adiknya yang sempat putus sekolah.
"Ngajar debat itu dari 2018. Tiba-tiba muridku banyak banget, lebih dari 100 dan dari sekolah internasional semua. Itu ngebantu perekonomian aku, bisa memperbaiki ekonomi keluarga dan nyekolahin adik kuliah," tutur Ira.
Hebatnya lagi, di semester 6 Ira juga ditawari pekerjaan full time di sebuah law firm. Ia pun mulai bekerja di semester 7 hingga akhirnya lulus S1 di awal tahun 2020.