Kisah 2 Dokter Asal Malang Bertugas di Gaza: Operasi Pasien di Tengah Bom dan Kelaparan

Avirista Midaada
Dua dokter asal Malang saat melakukan operasi di Gaza, Palestina, dalam kondisi fasilitas dan peralatan sangat terbatas. (Foto: Dokumentasi pribadi dr Kuntadi)

Sementara itu, dr Ristiawan menggambarkan situasi rumah sakit sangat kritis. Kapasitas ruangan melonjak 250 persen dari kondisi normal dan sebagian pasien harus dirawat di tenda-tenda darurat.

“Obat-obatan yang tersedia adalah jenis lama yang sudah jarang dipakai. Bahkan blok hemodialisis hancur akibat bom,” kata dr Ristiawan.

Tak hanya pasien, kelaparan juga melanda tenaga medis di Gaza. Beberapa dokter setempat bahkan jatuh sakit karena tidak makan selama 2 hari. Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika satu permen dibagi ke beberapa dokter karena tidak ada makanan lain.

“Seorang dokter harus diinfus karena lemas. Anak-anak mereka menangis kelaparan. Kami pun tak tega makan sendiri,” ucapnya.

Meski demikian, warga Gaza tetap menunjukkan ketegaran yang luar biasa.

“Kami melihat orang-orang keluar dari lorong bangunan, tubuh mereka kurus, lemah, tapi tetap sopan. Hungry but not angry,” katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Yordania Undang Indonesia Ikut Misi Airdrop Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

57 tahun lalu

Netanyahu Ingin Caplok Gaza, Ini Komentar Keras Hamas

57 tahun lalu

Militer Israel Peringatkan Netanyahu Semua Sandera Bisa Tewas jika Ngotot Rebut Gaza 

57 tahun lalu

Alasan Prabowo Pilih Pulau Galang Jadi Pusat Pengobatan 2.000 Warga Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal