"Kebun raya ini lah yang menyelamatkan Kota Bogor. Kalau tidak ada Kebun Raya wajah Bogor tidak akan seperti ini. Kebun raya juga menjadi karakter Kota Bogor, Pemkot terus koordinasi dengan BRIN untuk mendorong proses diakuinya Kebun Raya sebagai world heritage ini berproses terus kita akan dukung itu. Karena itu sudah pasti apapun konsep yang kemudian dikembangan oleh Kebun Raya dalam hal ini sekarang dikelola Mitra Natura Raya ya saya kira harus dalam kerangka itu," tuturnya.
Terkait isu yang menjadi kekhawatiran publik dengan rencana dibukanya atraksi malam di Kebun Raya Bogor, tambah Bima, harus secara objektif dan ilmiah. Rencana tersebut harus dikaji lebih mendalam lagi dengan melibatkan pakar atau ahli.
"Jadi saya minta agar konsep GLOW ini dikaji dengan melibatkan para pakar ada dari IPB dari BRIN juga untuk bisa memberikan jawaban terkait dengan kekhawatiran publik. Karena semua harus punya datanya dan landasanya. Ada berapa sekarang spesies di Kebun Raya, kalau malam seperti apa komunitasnya dan sejauh mana aktivitas itu bisa mengganggu semua harus kajian," kata Bima.
Untuk itu, Bima meminta kepada semua pihak berkoordinasi melakukan kajian lebih mendalam guna menjawab kekhawatiran publik. Yang pada intinya, semua harus berjalan sesuai dengan kajian.
"Karena itu saya kira ini yang harus kita fokuskan DLH saya minta koordinasi dengan BRIN dan dengan IPB saya hubungi pak Rektor agar bisa memberikan itu. Apapun jawabannya nanti kami komunikasikan lagi dengan Mitra Natura Raya. Intinya kita pastikan semuanya berjalan sesuai karakter Kota Bogor dan potensi yang ad di Kebun Raya," ujarnya.