Kesatuan Aksi Pemuda Kristen: JK Tak Bermaksud Provokasi saat Ceramah di UGM

Jonathan Simanjuntak
Kesatuan Aksi Pemuda Kristen Indonesia (KAPKI) Imanuel Ebenhaezer Lubis. (Foto: iNews)

"Buat organisasi Kristen, kami juga berdoa agar menjadi berkat bagi semua orang. Kami tidak membatasi untuk melaporkan tapi sedianya kita ikuti dan teladani Yesus Kristus yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, kita lakukan dengan dasar kasih," tandas dia.

JK pun buka suara usai dilaporkan atas dugaan penistaan agama terkait ceramah itu. Dia merasa difitnah oleh pihak-pihak tertentu.

Dia mendoakan agar Allah SWT memaafkan pihak-pihak yang telah memfitnahnya.

"Saya sedang mempelajari itu di mana letak (tuduhan). Mudah-mudahan Tuhan Allah memaafkannya, para pemfitnah itu. Wal-fitnatu asyaddu minal-qatl. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, semua memfitnah saya semua," kata JK dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Dia pun mengaku menggunakan istilah mati syahid lantaran tengah berbicara di hadapan jemaah masjid.

"Menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadan, artinya yang hadir cuma orang Muslim di masjid, di kampus, berarti yang hadir orang intelektual, dan lingkungan terbatas, itu dahulu dipahami," ujar JK.

Diketahui, pernyataan Jusuf Kalla terkait mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik dan berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

JK Buka Suara usai Dilaporkan: Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan!

Nasional
6 jam lalu

Tokoh Lintas Agama: Polemik Ceramah JK Tak Perlu Dibawa ke Jalur Hukum, Dialog Lebih Bijak

Shorts
3 hari lalu

Konteks Lengkap Pidato JK soal Mati Syahid: Tak Ada Orang Membunuh Masuk Surga

Nasional
4 hari lalu

Ceramah JK Berujung Laporan, Ustaz Abdul Somad Tulis Pesan Penuh Makna: Sultan Malaka Diusik Portugis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal