Edward B. Tylor dalam bukunya yang berjudul "Primitive Culture: Research into the Development of Mythology, Philosophy, Religion, Language, Art and Custom" (1871) mengungkapkan bahwa kekuatan yang diatributkan kepada benda-benda yang disembah oleh masyarakat memberikan rasa nyaman, terutama ketika seseorang berada dekat atau bersentuhan dengan benda yang dipercayainya.
Kepercayaan semacam dinamisme ini terus bertahan sepanjang waktu, bahkan hingga saat ini. Masih banyak orang yang percaya bahwa batu cincin dan benda-benda jimat lainnya dapat memberikan berbagai manfaat, seperti kekebalan, keberanian, dan kecantikan.
Kepercayaan-kepercayaan ini mencerminkan hubungan yang erat antara masyarakat dengan alam sekitar dan kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun agama Hindu dan Buddha kemudian masuk ke Indonesia dan memberikan pengaruh yang signifikan, jejak kepercayaan-kepercayaan tradisional tersebut masih dapat ditemukan dalam budaya dan praktik keagamaan di Indonesia hingga saat ini.
Itulah penjelasan mengenai kepercayaan masyarakat sebelum masuknya Hindu dan Buddha di Indonesia.