Kenapa Gigitan Hewan Rabies Bisa Mematikan? Ini Penjelasan Dosen Unair

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi Gigitan Hewan Rabies (freepik)

“Kulit sebenarnya berfungsi sebagai pelindung. Jika kulit terbuka karena tergores atau luka maka agen infeksi seperti bakteri atau virus termasuk virus rabies bisa saja masuk ke jaringan di bawah kulit dengan mudah,” ujarnya.

Dosen yang juga Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis, Pendidikan, Penelitian, dan Keperawatan Veteriner Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Unair ini  menuturkan bahwa virus ini dapat merusak otak dan membuat sistem saraf pusat tidak bekerja dengan baik.

“Di mana pun bagian tubuh yang mendapat gigitan, virus ini akan berakhir di otak atau sistem saraf pusat,” tuturnya.

Hal ini tidak hanya terjadi pada hewan tapi pada korban gigitannya, dengan case fatality rate hampir 100 persen. Artinya, korban gigitan anjing penderita rabies umumnya meninggal dunia.

Gejala Rabies

Ada beberapa bentuk gejala hewan penderita rabies yang bisa masyarakat waspadai. Gejala yang terlihat jelas adalah hewan penderita bisa menjadi lebih agresif.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

3.846 Hewan di Jakbar Telah Divaksinasi Rabies, Anjing hingga Kera

57 tahun lalu

1.767 Hewan Divaksin Rabies di Jaksel: Kucing, Anjing hingga Kera

57 tahun lalu

Cegah Rabies, Ratusan Kucing hingga Anjing di Tanah Abang Jakpus Divaksin

57 tahun lalu

Wisatawan di Phuket Diperingatkan Bahaya Rabies akibat Gigitan Monyet Liar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal