Kemhan-Kemenkes Kerja Sama Bangun 14 Rumah Sakit di Daerah Rawan Konflik

Danandaya Arya Putra
Kemhan, Kemenkes, dan BPOM menandatangani MoU dalam bidang pelayanan kesehatan publik. (Foto: Danandaya Arya Putra)

Oleh karena itu, pihaknya senang bisa melakukan kerja sama dengan Kemhan, agar target pembangunan rumah sakit di daerah rawan konflik bisa terealisasi dengan baik.

"Kita minta tolong ke Pak Menhan, Pak Menhan tolong kalau bisa yang bangunnya kerja sama dengan Kementerian Pertahanan supaya yang membangunnya nanti aman, kalau perlu tim dari Kementerian Pertahanan juga ikut karena ada zeni-nya," ucapnya.

Dia juga menyampaikan bahwa tenaga kesehatan di daerah rawan konflik nantinya akan diisi oleh prajurit di bawah Kemhan. Agar para tenaga medis ini tak terlalu khawatir ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Nah kebetulan Pak Menhan ini punya Universitas Pertahanan, itu ada dokter-dokternya. Kalau dokter lulusan sana dan dokter tentara kan seenggaknya lebih percaya dirilah. Kalau misalnya ada ancaman mereka tahu bagaimana caranya membela diri dengan jauh lebih baik," ucapnya.

Adapun, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar menyampaikan bahwa obat adalah bagian yang sangat penting untuk kebutuhan masyarakat. Artinya, hal tersebut merupakan bagian dari ketahanan nasional.

"Jadi kemandirian obat adalah bagian dari ketahanan nasional, oleh karena itu kami juga berharap dengan kemandirian pertahanan ada kerjasama untuk ketercukupan itu," ucap Taruna.

Dia menyampaikan, saat ini BPOM memiliki 14.238 nomor izin obat yang terdistribusikan di Indonesia. Namun yang menjadi masalah adalah bahan baku yang masih mengandalkan dari negara luar.

"Karena bahan baru kita masih 94 persen impor dari berbagai negara. Khususnya dari India, dari China, sebagian dari Eropa, khususnya Belanda dan Jerman, dan Amerika," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
7 jam lalu

Kemenkes Buka Suara soal Uji Materiil UU Kesehatan yang Digugat Dharma Pongrekun

Nasional
1 hari lalu

Nadiem Kembali Jalani Operasi usai Dituntut 18 Tahun Penjara

Nasional
1 hari lalu

Tren Berobat ke Luar Negeri Mulai Bergeser, Masyarakat Pilih RS Domestik

Buletin
2 hari lalu

Waspada Hantavirus! Kemenkes Pantau 1 WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Klaster MV Hondius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal