KJRI bersama Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI melakukan langkah-langkah, mulai dari koordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI yang terdampak.
“Melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan. Menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI terdampak yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, para korban yang memerlukan bantuan juga sudah ditampung di lokasi penampungan dan ditangani oleh pihak terkait di Sandakan, Sabah.
“Saat ini, fokus utama Pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak. Kementerian Luar Negeri mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari Pemerintah,” jelas dia.