Menurutnya, masyarakat sering mengolah daging kambing dengan tambahan bahan tinggi lemak dan kolesterol sehingga memicu kenaikan tekanan darah setelah dikonsumsi.
"Yang salah bukan si kambing. Yang salah adalah cara masaknya," katanya.
Ia menambahkan, jeroan seperti hati, paru, dan usus memiliki kadar kolesterol tiga sampai lima kali lebih tinggi dibandingkan daging biasa. Selain itu, santan yang dimasak dalam waktu lama juga meningkatkan kadar lemak pada makanan.
"Pelaku utamanya adalah santan kental yang dimasak berjam-jam, serta jeroan seperti hati, paru, dan usus," katanya.
Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat tetap memperhatikan pola makan selama Iduladha. Ia menyarankan penggunaan santan, gula, dan garam dikurangi serta membatasi konsumsi jeroan agar risiko hipertensi dan kolesterol tetap terkontrol.
Masyarakat juga dianjurkan menyeimbangkan konsumsi daging dengan sayur dan buah serta tetap aktif bergerak setelah makan agar kondisi tubuh tetap sehat selama momen Iduladha.