Kasus Brigadir Nurhadi Tewas dalam Kolam di Gili Trawangan, Bareskrim Turun Tangan

Riyan Rizki Roshali
Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro. (Foto: iNews.id)

“Ketiga pelaku memberikan sesuatu kepada korban untuk dikonsumsi, sehingga mengakibatkan korban mengalami kondisi tidak wajar,” kata Kholid, Selasa (8/7/2025).

Awalnya, pihak keluarga korban menolak jenazah Nurhadi diautopsi. Korban sempat diperiksa tim medis, tapi nyawanya tak tertolong. 

Kematian Nurhadi ini diduga janggal. Sehingga Polda NTB melakukan ekshumasi pada Kamis (1/5/2025) untuk autopsi. 

Polisi memperoleh petunjuk dari hasil ekshumasi itu. Penyidik memeriksa 18 saksi dan melibatkan lima ahli yakni ahli parmitologi, ahli pidana, ahli poligraf, ahli forensik, dan dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang memeriksa korban pertama kali. 

Dikatakan, penyidik juga melibatkan ahli poligraf dari Laboratorium Forensik Polda Bali untuk memeriksa tersangka. Hasil pemeriksaan dokter forensik terhadap jasad Nurhadi cukup mencengangkan. 

Terdapat luka memar di kepala dan leher, patah tulang hyoid disertai resapan darah (indikasi antemortem), dan temuan forensik menunjukkan korban masih hidup saat berada di air. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

7 Fakta Mengejutkan Kasus Brigadir Nurhadi, Nomor 5 Jadi Petunjuk Kematian!

57 tahun lalu

Misri Jadi Tersangka Kasus Brigadir Nurhadi, Sang Ibu: Kami Orang Miskin yang Terzolimi

57 tahun lalu

LPSK Siap Lindungsi Saksi dan Buka Peluang Justice Collabolator di Kasus Kematian Brigadir Nurhadi

57 tahun lalu

Viral Video Detik Terakhir Brigadir Nurhadi di Kolam, Terekam Berendam sebelum Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal