Kaleidoskop 2020: Vaksin Tiba, Harapan Mengemuka

Irfan Ma'ruf
Ilustrasi vaksin. (Foto: Istimewa)

Vaksin ini dibuat kerja sama antara lembaga Eijkman, Bio Farma, dan Sinovac dari China. Saat ini sudah ada enam institusi yang mengembangkan bibit vaksin Merah Putih. Dia mengatakan semua institusi ini akan tetap memperhatikan aspek kecepatan pengembangan vaksin Covid-19. 

Nantinya akan dilakukan dengan objek berupa manusia selama tiga kali uji klinis.

"Kita selalu membuat riset untuk penanganan Covid-19. Seperti saat ini, pada triwulan terakhir tahun depan (2021) sudah bisa dipakai vaksin Covid-19 Merah Putih. Ini dalam rangka dapatkan herd immunity atau kekebalan kelompok," ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, Jumat 11 Desember 2020.

Saat ini, peneliti dari Universitas Gadjah Mada akan memproduksi alat diagnosis Covid-19 dengan harga terjangkau secara massal. Aalat yang dinamakan GeNose itu bisa mendeteksi Covid-19 melalui embusan napas.

"Ini inovasi yang luar biasa. Karena pertama mendeteksi virus itu adanya ada saluran pernapasan. Itu artinya napas kita mengandung senyawa yang bisa diindikasikan terpapar Covid 19," ujar Bambang.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
6 hari lalu

BPOM Pastikan Vaksin Tifoid Bio-TCV Aman Diberikan Mulai Bayi Usia 6 Bulan

6 hari lalu

Vaksin Tifoid Pertama Buatan Indonesia Resmi Diluncurkan, BPOM Approved!

27 hari lalu

Jokowi Ungkap Alasan Pilih Lampung Jadi Titik Awal Safari Politik

29 hari lalu

Sidang KIP Jateng, Bonatua Silalahi Tegaskan Tak Mundur dari Sengketa Ijazah Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal