JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) mengungkapkan jumlah uang korupsi pemerasan di Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tembus Rp53,7 miliar. Uang tersebut diamankan dari 8 tersangka.
Menurut Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK Budi Sukmo Wibowo kedelapan orang tersebut berinisial, SH, HY, WP, DA, GTW, PCW, JMS, dan ALF. Adapun, modus tersangka memeras TKA yang hendak bekerja di Indonesia melalui kepengurusan dokumen.
"Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 8 orang sebagai tersangka," ujar Budi dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Sebelum mulai bekerja, para TKA ini harus mengantongi dua dokumen yakni, Hasil Penilaian Kelayakan (HPK) dan Pengesahan RPTKA. Pengajuan dokumen tersebut dilakukan secara online.
Selama periode 2019-2024, KPK mencatat uang yang diterima para tersangka dari hasil pemerasan ini, sekurang-kurangnya berjumlah Rp53,7 miliar. Uang tersebut juga dibagikan kepada para pegawai di Direktorat PPTKA sebagai uang dua mingguan.