"Dan bagaimana konflik di Indonesia, ada konflik karena ideologi di Madiun, ada konflik karena wilayah sepeti Timor Timur, konflik ekonomi seperti di Aceh, saya jelaskan satu per satu. Kemudian 1 menit saja saya bicarakan konflik karena agama," tutur dia.
Dia mencontohkan konflik di Indonesia, misalnya di Poso. Konflik itu terjadi salah satunya karena faktor isu agama, khususnya tentang syahid dan martir dalam agama Islam dan Kristen.
Dia lantas menggunakan diksi mati syahid karena berceramah di hadapan jemaah masjid yang tidak mengerti istilah martir.
"Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama? Saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama (perang suci), siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, (jemaah) tidak mengerti martir, karena hampir sama syahid dengan martir, cuma bedanya caranya," ungkapnya.
Diketahui, pernyataan Jusuf Kalla terkait mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik dan berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.