Meski demikian, JK mengatakan Indonesia tidak perlu terburu-buru memutuskan mundur dari BoP. Dia menilai keberadaan BoP perlu didukung apabila betul-betul membawa perdamaian di Palestina.
"Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan beberapa bulan akan datang. Kalau BoP itu bisa membuat kedamaian di Palestina contohnya, oke kita dukung," tutur dia.
Akan tetapi jika perdamaian di Palestina juga tidak terwujud, JK memandang Indonesia sudah seharusnya keluar dari organisasi bentukan Trump tersebut.
"Jadi ujian yang terakhir ialah cara mendamaikannya Palestina dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel, ya buat apa (berada di dalam BoP)," tutur dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut akan tetap membawa Indonesia berada di dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk memperjuangkan perdamaian jangka panjang di Palestina. Namun, Indonesia juga siap menarik diri apabila keikutsertaan tersebut tidak lagi memberikan manfaat bagi perjuangan Palestina maupun kepentingan nasional.