"Kalau perusahaan nanti yang nggak pinjem uang di Indonesia terbebas tuh dari DHE SDA ada pengecualian seperti itu. Jadi harusnya China nggak ada masalah," jelas Purbaya.
Terkait keberatan investor China mengenai rencana kenaikan pajak dan royalti mineral, Bendahara Negara ini bersikap tegas. Purbaya menekankan mineral adalah aset strategis milik bangsa, sehingga penyesuaian tarif merupakan hak negara untuk melindungi kepentingannya, meski saat ini hal tersebut masih dalam tahap perencanaan.
"Belum dikenakan kan baru rencana. Biar saja tapi kita akan mementingkan kepentingan negara kita," tegasnya.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa diplomasi investasi antara Indonesia dan China berjalan secara dua arah. Pemerintah Indonesia pun tak ragu melontarkan kritik balik kepada pengusaha China terkait adanya temuan praktik bisnis yang tidak sesuai dengan regulasi di Indonesia.
Menurut Purbaya, pihak China telah berjanji untuk memberikan peringatan kepada para pelaku usaha mereka yang bermasalah.
"Saya udah komplain ke mereka banyak pengusaha China di sini yang juga melakukan bisnis nggak legal, saya minta dia perbaiki waktu itu, dia janji akan memperingati mereka. Jadi itu dua arah sebetulnya, nggak ada masalah," kata Purbaya