"Tetapi yang paling pokok bahwa penyidik juga terapkan TPPU. Kita masih proses pengembangan," ucap Andi.
Sementara itu, seluruh host yang tergabung dalam situs 19LOVE.ME, berasal dari Indonesia meski situsnya berasal dari Filipina.
"19love.me ini diketahui baru beroperasi. Baru tiga bulan. Untuk wanita-wanitanya kita deteksi masih indonesia. Ratusan orang itu Indonesia semua. Artinya orang-orang Indonesia," papar Andi.
Andi menjelaskan, aplikasi 19LOVE.ME ini memiliki dua konten berupa game dan live streaming. Pada konten permainan, aplikasi itu mengarah pada tindak pidana perjudian. Sedangkan, live streaming menyajikan tampilan wanita-wanita seksi hingga penampilan adegan seksual.
Aplikasi 19LOVE.ME yang diduga menyediakan jasa judi online dan live streaming prostitusi itu bisa menghasilkan omzet senilai Rp4,5 miliar per-bulan.