Indonesia Cetak Rekor Terendah Kematian DBD

Annastasya Rizqa
Indonesia cetak rekor terendah kematian DBD di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu lonjakan kasus demam berdarah di berbagai negara.

Program Jumantik terus digencarkan di berbagai daerah dengan pendekatan berbasis keluarga. Edukasi mengenai 3M Plus dan pencegahan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dilakukan secara rutin.

Partisipasi aktif masyarakat dinilai mempercepat pengendalian penyebaran virus dengue. Upaya pemberantasan sarang nyamuk dilakukan langsung dari lingkungan tempat tinggal warga.

Dengan capaian CFR di angka 0,4 persen, Indonesia kini berada di bawah target nasional sebesar 0,5 persen. Kondisi ini menegaskan arah kebijakan kesehatan yang dinilai tepat sasaran.

Pemerintah optimistis tren positif ini dapat dipertahankan bahkan terus ditekan hingga mendekati nol. Target jangka panjang pun telah dicanangkan secara ambisius.

“Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh dibawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita: Nol Kematian Dengue pada tahun 2030,” ujar Asnawi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenkes Ingatkan DBD dan ISPA Jadi Ancaman Serius di Kemarau Panjang 2026

57 tahun lalu

Catat! Dokter Tegaskan DBD Tak Selalu Disertai Bintik Merah

57 tahun lalu

DBD Bisa Sebabkan Perdarahan Otak hingga Stroke, Ini Penjelasan Dokter

57 tahun lalu

Demam Turun Bukan Berarti Sembuh, Ini Fase Paling Kritis pada Pasien DBD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal